SHOPPING CART

close

PRODUK THERASKIN BERBAHAYA

Produk Theraskin berbahaya. Banyak yang kepo menanyakan hal tersebut, atau mencari informasi baik online maupun offline, apakah benar produk Theraskin berbahaya.

Produk Theraskin berbahaya

Produk Theraskin Berbahaya

Sebelum mengambil simpulan apakah produk Theraskin berbahaya, silahkan baca dulu penjelasan di bawah ini.

Saya berharap artikel tentang “Apakah Produk Theraskin Berbahaya” ini bisa bermanfaat juga sebagai media edukasi, supaya kita bisa memilih produk perawatan kecantikan yang aman dan efektif. Juga, kita bisa terhindar dari miskonsepsi atau hoax yang menyesatkan mengenai seluk beluk cream kecantikan.

Saya mulai dulu dengan ketentuan legal formal untuk peredaran cream perawatan kecantikan di Indonesia.

Semua jenis produk kecantikan yang dijual bebas harus seijin BPOM

Semua juga sudah paham ini.

Produk obat, makanan, maupun produk kecantikan dan semacamnya harus memperoleh ijin edar dari BPOM.

Sebelum perusahaan cream kecantikan menjual produknya, lebih dulu harus mendaftarkan produknya untuk memperoleh ijin edar BPOM. Oleh lembaga pemerintah ini nanti akan diteliti jenis kandungan bahan dalam produknya, apakah memenuhi standar perijinan yang ditetapkan. Kalau memang semua memenuhi syarat, maka produk tersebut bisa dipasarkan, dengan mencantumkan nomor BPOM nya.

Perijinan ini diwajibkan oleh BPOM dengan tujuan melindungi masyarakat awam pengguna produk. BPOM ingin memastikan bahwa produk yang dipakai oleh masyarakat adalah produk yang aman dan bisa digunakan secara nyaman.

Ijin BPOM sepengetahuan saya berlaku selama 3 tahun. Artinya setelah produk beredar dengan nomor BPOM selama 3 tahun, maka perusahaan atau farmasi harus memperbaharui perijinan atas produknya, untuk dicek ulang dan diberi nomor BPOM baru.

Pernahkan Anda melakukan checking nomor BPOM sebuah cream kecantikan, ternyata tidak muncul pada database BPOM? Padahal jelas-jelas produk tersebut mencantumkan nomor BPOM.

Pada kasus seperti ini, kemungkinan besar produk tersebut sedang dalam proses pembaruan ijin. Pada saat ini bisa saja:

  • ijin baru belum keluar
  • nomor BPOM sudah berganti
  • ijin sudah ada, nomor BPOM sudah ada, tapi BPOM belum update databasenya

Akibatnya ketika dicek di website BPOM, nomor BPOM dan daftar produknya tidak ditemukan.

Jadi gak usah panik gak usah marah, atau malah menuduh penjualnya bohong karena jualan produk palsu dengan nomor BPOM palsu.

Gak usah gitu. Kalem aja. Tanyakan baik-baik ke penjualnya. Kalau sang penjual cerdas dan gak sekedar jual melulu, maka dia pasti akan menjawab seperti yang saya jelaskan di atas.

Cream racikan tidak untuk dijual bebas dan tidak ada BPOM nya

Kalau Anda adalah pelanggan setia cream racikan dokter (cream no label), maka Anda wajib untuk benar-benar menyimak penjelasan ini.

Salah satu sifat wanita tuh ini : pingin cepet kelihatan cantik, tapi gak sabaran kalau melakukan perawatan wajah.

Lalu, supaya cepet kelihatan putih kinclong, mereka menggunakan cream racikan dokter yang memang lebih nendang dibandingkan dengan cream berlabel. Maksudnya cream berlabel adalah cream kecantikan dengan label merk tertentu yang sudah berijin BPOM, seperti Theraskin, Immortal, atau Skinnova.

Tahukah Anda, bahwa semua cream racikan dokter itu tidak ada ijin BPOM dan sebenarnya tidak boleh dijual bebas?

Mengapa tidak ada ijin BPOM ?

Karena BPOM tidak memberi ijin.

Mengapa tidak boleh dijual bebas ?

Karena tidak ada ijin BPOM.

Cream racikan dokter sebenarnya hanya boleh diberikan dan digunakan oleh pasien yang telah konsultasi dan melakukan perawatan di klinik kecantikan resmi yang berijin dan ada dokternya. Lengkap ya penjelasannya.

Cream kecantikan dokter dibuat oleh apoteker berdasar resep yang dibuat dokter. Dokternya wajib paham bagaimana kondisi pasien, produk apa yang diberikan ke pasien, bahan obatnya apa saja, berapa konsentrasinya, bagaimana cara pakai produknya, bagaimana tindak lanjut perawatannya, dan sebagainya.

Mengapa peraturannya begitu ?

Karena cream racikan dokter mengandung bahan tertentu yang diformulasikan untuk perawatan tertentu pada pasien dengan kondisi tertentu. Bahan-bahan ini, contohnya tretinoin atau hidrokuinon, kerjanya memang lebih kuat dan lebih efektif, namun bukannya tanpa efek samping. Untuk masalah tretinoin dan hidrokuinon ini akan saya bahas belakangan nanti.

Nah, untuk menggunakan bahan tersebut dalam perawatan kecantikan perlu pengetahuan yang mumpuni, supaya tidak berakibat muncul efek samping yang tidak diinginkan karena penggunaan yang tidak tepat. Yang punya pengetahuan mumpuni tentang masalah ini adalah dokter.

Lalu apa efek samping cream racikan dokter?

Efek sampingnya ada bermacam-macam. Umumnya tergantung jenis bahan, konsentrasi, dan lama pemakaian.

Ini contoh efek samping yang muncul karena pemakaian cream racikan dokter dengan cara pakai yang tidak tepat, dan biasanya muncul ketika dipakai jangka panjang.

  • kulit wajah menipis dan menjadi lebih sensitif
  • kulit wajah memerah seperti udang rebus kalau kena panas
  • tampak muncul kapiler darah pada kulit wajah (telangiectasia rosacea / spider vein)
  • potensi gangguan ginjal dan hati pada pemakai jangka panjang
  • potensi terjadi cacat pada janin bila digunakan ibu hamil dalam jangka panjang
  • malah bisa terjadi munculnya flek hitam permanen yang tidak bisa hilang (ochronosis)
  • dan lain-lain, masih banyak lagi
ochronosis Produk Theraskin berbahaya
Pasien dengan gejala ochronosis
telangiectasia rosacea Produk Theraskin berbahaya
Contoh telangiectasia rosacea (spider vein)

Sekali lagi, efek samping itu bisa muncul bila : pemakaian tidak tepat, konsentrasi tidak tepat, pemakaian jangka panjang, dan dipengaruhi juga oleh jenis bahan pada cream kecantikan tersebut.

Sekarang bayangkan bila cream racikan dokter tersebut dipakai oleh customer yang tidak paham mengenai tata cara perawatan kecantikan. Lebih parah lagi belinya di penjual yang juga minim pengetahuan. Yang hanya sekedar jualan yang penting laku.

Itu sebabnya, BPOM tidak memberi ijin edar untuk cream racikan dokter.

Kenyataannya banyak cream racikan dijual bebas

Itu benar.

Kalau dilihat dari perkembangan teknologi dan gaya hidup sekarang, tampaknya sulit untuk membendung arus informasi, termasuk penjualan produk kecantikan cream racikan dokter, terutama yang dijual online.

Itu memang jadi masalah. Dan masalah saya juga.

Kalau Anda sudah paham penjelasan saya mengenai cream racikan dokter di atas, sekarang coba simak ilustrasi berikut sebelum bilang bahwa produk Theraskin berbahaya.

Seorang wanita membeli cream kecantikan online dari seorang penjual. Wanita tersebut wajahnya kusam dan ada flek hitam. Dia ingin wajahnya jadi putih mulus kinclong. Sang penjual menunjukkan produk pemutih wajah, yang katanya bisa memutihkan wajah hanya dalam dua minggu.

Deal pembelian terjadi. Wanita itu menggunakan produk yang telah dibeli.

Hasilnya luar biasa. Hanya dalam dua minggu memang flek hitam hilang dan wajahnya menjadi putih merona. Ia pun puas, dan melanjutkan pemakaian produk tadi.

Memasuki bulan pertama, ada yang aneh. Wajahnya menjadi kemerahan ketika sedang memasak, atau saat keluar rumah. Bulan berikutnya muncul sesuatu yang lebih aneh. Kapiler pembuluh darahnya tampak seperti jalinan ruwet yang tampak di kulit wajahnya. Bulan berikutnya, wajahnya yang semula kinclong, sekarang malah menjadi kusam, memerah, dan mucul penampakan kapiler darah.

Ketika menghubungi penjual untuk konsultasi, sang penjual susah dihubungi, tidak menjawab WA, SMS, atau telepon. Kalaupun bisa dihubungi, sang penjual tidak bisa menjelaskan penyebabnya, dan tidak bisa memberi solusi atas keluhan wanita tersebut.

Akhirnya sang wanita yang sekarang menumpuk problem di wajahnya mengambil simpulan : produk Theraskin berbahaya. Saya sudah membuktikan. Disebarlah pengalamannya tadi di sosmed. Dan booming. Orang akhirnya tahu bahwa produk Theraskin berbahaya.

Pertanyaan saya : siapa yang salah pada ilustrasi di atas?

Anda betul, keduanya salah.

Tapi pada kasus ini saya lebih menyalahkan penjualnya.

Seharusnya sang penjual paham mengenai tata cara perawatan kecantikan. Minimal ia wajib paham mengenai product knowledge (pengetahuan akan produk yang dijualnya).

Ingat kawan, menjual produk kecantikan itu tidak sekedar jualan produk, melainkan menjual solusi untuk masalah customer melalui produk yang dijual. Kalau kita menjual solusi, harusnya kita paham product knowledge, paham pengetahuan kecantikan, dan bisa problem solving.

Customer membeli produk kita sebagai solusi atas masalah yang dihadapinya. Jika kita tidak bisa membantu mereka karena kita sendiri nol pengetahuan kecantikan, justru kita akan menambah masalah mereka. Kasihan kan ?

Jadi saya bisa katakan produk Theraskin itu sebenarnya tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah bila kita jual produk Theraskin tanpa pengetahuan kecantikan yang memadai. Inilah sebabnya BPOM tidak memberi ijin edar terhadap cream racikan dokter.

Tips jitu memilih produk cream kecantikan

Lantas bagaimana sebaiknya? Apakah harus menghentikan pemakaian cream racikan dokter?

Tidak juga. Kita tetap bisa melakukan perawatan kecantikan menggunakan cream racikan dokter, tetapi harus paham mengenai kondisi wajah dan punya pengetahuan cukup mengenai produk yang kita pakai.

Bila Anda membeli produk kecantikan online, saya berharap tips di bawah ini bisa membantu Anda memilih penjual yang profesional dan produk kecantikan yang aman dan efektif.

Ini dia :

  • Selalu biasakan konsultasi sebelum membeli produk perawatan kecantikan. Ceritakan kondisi wajah, pernah pakai produk apa saja, ingin perawatan yang bagaimana, dan lebih baik kirimkan foto close up tanpa make up. Ini akan sangat membantu penjual untuk menentukan produk mana yang sekiranya cocok dengan kondisi wajah Anda.
  • Amati bagaimana cara penjual merespon dan menjawab pertanyaan Anda. Kalau jawaban tampak smart, logis, care, maka kemungkinan besar penjual adalah orang yang profesional dan bertanggungjawab, serta paham mengenai pengetahuan kecantikan. Sebaliknya bila penjual memberikan jawaban bodoh, segera batalkan konsultasi dan transaksi.
  • Bersabarlah menunggu jawaban penjual saat konsultasi. Penjual yang mengklaim fast respon belum tentu profesional. Bisa jadi karena sepi customer yang konsultasi, makanya bisa cepat menjawab. Sebaliknya yang “tidak fast respon” belum tentu orangnya lemot. Bisa jadi karena antrean panjang karena yang konsul atau pesan cukup banyak. Jadi dia harus gantian menjawabnya. Dianjurkan konsultasi ke beberapa penjual sebagai second opinion untuk pertimbangan.
  • Anda juga wajib menjadi customer yang smart. Jangan memberikan pertanyaan terbuka yang berpotensi jawabannya sangat banyak dan susah dijawab via chat. Bukan salah penjual kalau dia cuma menjawab dengan memberi link websitenya dimana semua informasi sebenarnya sudah ada di sana.
  • Kalau Anda ingin maju dan lebih smart, jangan pelit kuota. Belajarlah mencari informasi mandiri dengan membuka website. Namanya jualan online, hampir semua informasi produk dan penjelasan sudah tercantum di website. Anda hanya perlu membuka dan membacanya. Bila sudah fix baru hubungi penjual. Itu cara yang cantik dan smart. Kalau Anda nanya melulu dan tidak mau membaca penjelasan di website, jangan salahkan kalau yang jual juga jadi jutek.
  • Kalau sudah deal transaksi, barang sudah dikirim, dan Anda sudah pakai produknya, selalu biasakan untuk mengamati perkembangan perawatannya. Kalau ada apa-apa semisal ketidakcocokan atau hipersensitif segera konsultasi ke penjual. Harusnya penjual yang baik bisa memberikan problem solving, solusi untuk masalah yang sedang Anda alami. Bila penjual tidak bisa dihubungi atau tidak bisa memberi solusi untuk masalah Anda, berarti Anda salah tempat, dan cukup sekali aja beli ke dia.
  • Jangan mudah tergoda pada penawaran paket perawatan kecantikan yang murah. Membeli produk perawatan kecantikan memang perlu modal. Tapi bila Anda hanya memperhatikan masalah harga murah satu paket isi tiga biji, maka ada kemungkinan paket itu tidak efektif. Perawatan wajah sebenarnya cukup kompleks dan memerlukan produk dengan fungsi yang berbeda. Sebaliknya bila isi paket terlalu banyak, tanyakan lagi ke penjualnya apakah bisa pesan produk terpisah sesuai keperluan Anda.
  • Melakukan perawatan kecantikan adalah bentuk petualangan, seperti mencari pasangan hidup. Iya betul. Kita harus mencari produk mana yang cocok dan penjual yang profesional. Begitu sudah ketemu, harusnya susah pindah ke lain hati. Kecuali Anda memang benar-benar berjiwa petualangan dan ingin menggunakan wajah sebagai bahan percobaan.
  • Yang ini penting ! Kalau Anda menggunakan produk cream racikan dokter, pastikan penjual paham dan bisa memberi petunjuk cara pakai, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ingat, cream racikan dokter tidak boleh dipakai jangka panjang. Setelah menggunakannya dan wajah jadi bersih kinclong, maka pemakaian harus dihentikan. Tapi tidak boleh langsung stop. Ada cara pelepasannya. Ini yang tidak semua penjual tahu caranya.

Nah itulah tips jitu memilih produk perawatan kecantikan.

Dari uraian panjang lebar itu sebenarnya salah kalau orang bilang produk Theraskin berbahaya. Produk Theraskin tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah ketidaktahuan mengenai tata cara pemakaian cream kecantikan. Jadi jangan percaya dan jangan lagi bilang kalau produk Theraskin berbahaya 🙂

Saya juga jual paket Theraskin lengkap dan tersedia dalam bermacam jenis paket untuk beragam jenis keperluan perawatan wajah dan tubuh.

Jangan kuatir, meski kita juga sediakan cream racikan dokter, tapi semuanya dalam batas aman. Saya gak pernah jualan cream racikan dokter yang keras atau konsentrasi tinggi, apalagi jualan produk kecantikan abal-abal. Kita selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan customer.

Sebaiknya konsultasi dulu sebelum memutuskan membeli paket Theraskin yang kita sediakan.

Silahkan sebarkan artikel ini bila dirasa bermanfaat.

Tags:

THERASKIN IMMORTAL

Hanya jual produk asli. Gak pernah jual produk abal-abal.

0 thoughts on “PRODUK THERASKIN BERBAHAYA

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kalau mau chat Whatsapp via ponsel, silahkan tap tombol WA di kiri bawah ini :)
Powered by